JAKARTA – Pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melakukan banding atas vonis terdakwa kasus mafia pajak Maruli Pandopotan Manurung dan Humala Napitupulu.

Untuk diketahui, majelis hakim memvonis terdakwa Maruli Pandapotan Manurung yang merupakan mantan bos Gayus, dengan hukuman penjara selama dua tahun enam bulan. Maruli terbukti melakukan korupsi bersama-sama saat menangani keberatan pajak PT Surya Alam Tunggal (PT SAT) sebesar Rp 570 juta. Selain divonis penjara, Maruli juga divonis denda Rp50 juta.

Sementara, rekan Gayus, Humala Napitupulu divonis dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Kajari Jaksel Muhammad Yusuf, menilai putusan tersebut jauh dari tuntutan jaksa. “Maruli itu setengah, iya banding, sudah nyatakan banding. kemarin kan masih pikir-pikir, habis masa pikir-pikir ya banding, itu prosedur tetapnya,” ujar M. Yusuf kepada wartawan usai acara pelantikan Sesjamdatun di Sasana Baharudin Lopa, Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2011).

Yusuf menambahkan, banding juga dilayangkan terhadap vonis Humala Napitupulu. “Setengah juga, iya sama. Iya sama jadi SOP itu kurang dari 2/3 banding,” terang Yusuf.