22 February 2010 00:41

Jakarta – Pengurus PKB Gusdur dan Ikatan Alumni UI menggelar malam renungan untuk mengenang Abdurrahman Wahid di kantor DPP PKB Kalibata (21/02) malam. Acara renungan itu juga di isi dengan pembacaan deklarasi Manifesto Renovasi Indonesia.
Hadir dalam acara ini adik mendiang Gus Dur Lily Wahid, Maman Imanul Haq, para pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Jakarta, serta Budi Djarot. “Melalui forum ini, kami ingin menata ulang republik dengan cara yang berbeda yaitu berbasis kerakyatan,” ujar fungsionaris PKB Gus Dur Hermawi Taslim di Jakarta.

Forum ini, kata Taslim, terbuka bagi siapa pun. Baik ormas maupun parpol lain. Karena tujuannya mengembalikan kejayaan Indonesia. “Jika besok Partai Demokrat atau PDIP mau ikut gabung kami terima,” ujarnya.

Acara yang bertema Merajut Kembali Merah Putih Yang Terkoyak itu dibuka dengan penampilan monolog Budi Djarot, adik Eros Djarot. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan manifesto oleh Lily Wahid dan Hermawi Taslim.

Manifesto Renovasi Indonesia terdiri dari sembilan poin, yaitu Teguhkan kembali NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika, Memusnahkan praktek politik Orde Baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Membangun sistem dan aparatur penegak hukum berasaskan keadilan, Wewujudkan tata kelola pemerintah yang amanah dengan pemberantasan korupsi yang efektif, Tingkatkan kemandirian bangsa melalui percepatan pembangunan pedesaan, Selamatkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, Wujudkan sistem ekonomi nasional berbasis kerakyatan, Ubah daulat partai menjadi daulat rakyat, Kembalikan jiwa dan semangat UUD 1945 dan kaji ulang amandemen UUD 45. (wid)